| Sun | Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 |
http://gresik.wordpress.com/
Semar Badranaya
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Semar Badranaya adalah tokoh punakawan yang dalam wayang Jawa/Sunda memiliki peran yang lebih utama ketimbang wayang babon (wayang dengan tokoh asli India). Merupakan Jelmaan dari Bambang Ismaya anak tertua dari Sang Hyang Tunggal.
Kelahiran Semar
Sang Hyang Wenang berputra satu yang bernama Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal kemudian beristri Dewi Rekatawati putri kepiting raksasa yang bernama Rekata. Pada suatu hari Dewi Rekatawati bertelur dan dengan kekuatan yang menetap dari Sang Hyang Tunggal. Telur tersebut terbang menghadap Sang Hyang Wenang, akhirnya telur tersebut menetas sendiri dengan berbagai keajaiban yang menyertainya, dimana kulit telurnya menjadi Tejamantri atau Togog, putih telurnya menjadi Bambang Ismaya atau Semar dan kuning telurnya menjadi Manikmaya yang kemudian menjadi Batara Guru. Dalam riwayat lain telur tersebut menetas menajadi langit, bumi dan cahaya atau teja. Sehingga dikatakan bahwa Semar adalah tokoh dominan sebagai pelindung bumi.
Persaingan atas suksesi kepimimpinan
Mereka bertiga sangat sakti dan semua ingin berkuasa seperti Ayahandanya Sang Hyang Tunggal, akan tetapi menjadi perdebatan sehingga menimbulkan pertengkaran. Dikisahkan atas (kecerdikan (?) atau keculasan (?) Manikmaya) yang sebenarnya iapun mempunyai keinginan yang sama dengan mereka, Manikmaya mengajukan usul perlombaan untuk menelan gunung kemudian memuntahkannya kembali. Dari sini banyak pelajaran yang dapat diambil karena gunung itu merupakan sesuatu untuk menancapkan atau mengokohkan kedudukan dibumi akan tetapi diperlombakan untuk ditelan walau kemudian untuk dimuntahkan kembali.Kemudian pelajaran yang diambil adalah janganlah memperebutkan sesuatu yang bukan haknya serta janganlah terhasut oleh usul yang nampaknya baik dan masuk akal. Tejamantri yang mulai perlombaan pertama ternyata gagal untuk menelan gunung, dikarenakan tidak cukup ilmunya maka terjadi perubahan terhadap mulutnya. Bambang Ismaya kemudian berusaha untuk menelan sebuah gunung dan berhasil akan tetapi sesuatu yang sudah ditelan pasti akan berubah dan Bambang Ismaya tidak dapat memuntahkannya kembali sehingga terjadi perubahan fisik pada perutnya yang membesar. Secara ilmu memadai akan tetapi kurang untuk memuntahkannya kembali. Karena menelan gunung inilah maka bentuk Semar menjadi besar, gemuk dan bundar. Proporsi tubuhnya sedemikian rupa sehingga nampak sebagai orang cebol. Manikmaya dalam cerita tidak dikatakan mengikuti perlombaan meski ia sendiri yang mengusulkan perlombaan ini, ia dikabarkan malah pergi memberitahukan periha kedua kakaknya kepada Sang Hyang Wenang. Atas berita dari Manikmaya tersebut Sang Hyang Wenang membuat keputusan bahwa Manikmayalah yang akan menerima mandat sebagai penerus dan menjadi raja para dewa.
Akibat termakan hasutan dan tidak dapat menguasai diri
Bambang Ismaya dan Tejamantri harus turun kebumi, untuk memelihara keturunan Manikmaya, keduanya hanya boleh menghadap Sang Hyang Wenang apabila Manikmaya bertindak tidak adil. Dari sini terlihat dengan termakan isu adu domba ternyata Bambang Ismaya dan Tejamantri turun harkat derajatnya hanya sebagai pelindung keturunan Manikmaya, semoga kita dapat mengambil pelajaran disini dan semoga bangsa kita ini jangan mau diadu domba lagi. Dalam cerita Semar Gugat terjadi perselisihan antara Batara Guru yang menyamar menjadi Resi Wisuna dengan Semar dimana Batara Guru kehilangan nalarnya karena rasa kasih sayang terhadap anaknya Batara Kala. Semar mengalami perang tanding dengan Resi Wisuna yang tidak lain adalah Batara Guru/adiknya sendiri, dimana Semar terkena senjata Trisara sehingga menyebabkan Semar gugat ke Sang Hyang Wenang.
Turun derajat dan diganti nama
Sang Hyang Wenang kemudian mengganti nama-nama mereka.
1.Manikmaya menjadi Batara Guru.
2.Tejamantri berubah menjadi Togog.
3.Bambang Ismaya berubah nama menjadi Semar.
Tugas dan Jabatan Kakak dari Batara Guru yang menguasai Swargaloka. Berada di Bumi untuk memberikan nasihat atau petuah petuah baik bagi para Raja Pandawa dan Ksatria juga untuk audiens tentunya. Memiliki Pusaka Hyang Kalimasada yang dititipkan kepada Yudistira yang merupakan pusaka utama para Pandawa. Memiliki tiga anak dari Istrinya Sutiragen, dalam versi Jawa Tengah maupun Timur adalah : Gareng, Petruk, Bagong. Sedangkan dalam versi Sundanya bernama : Astrajingga (Cepot), Dawala, dan Gareng (bungsu). Semar Badranaya adalah tokoh Lurah dari desa (Karang) Tumaritis yang merupakan bagian dari Kerajaan Amarta dibawah pimpinan Yudistira. Meskipun peranannya adalah Lurah namun sering dimintai bantuan oleh Pandawa dan Ksatria anak-anaknya bahkan oleh Batara Kresna sendiri bila terjadi kesulitan.
Kehebatan Semar
Disini hanya akan diungkapkan sebagian saja dari kehebatan-kehebatan Semar, diantaranya adalah : Tokoh ini bersama tokoh punakawan lainnya dibuat oleh para wali diantaranya Sunan Kalijaga dalam menebarkan Agama Islam di Jawa yang melalui akulturasi budaya. Dengan adanya tokoh punakawan, pagelaran cerita wayang menjadi lebih hidup karena ada dialog dan interaksi antara dalang (wayang) dengan audiens serta merupakan sentral para dalang dalam menyampaikan nasihat nasihat dalam lakon atau pertunjukkan yang mungkin tidak dapat dicerna oleh orang awam bila tidak menggunakan tokoh tokoh punakawan. Istilah Pusaka Hyang Kalimusada merupakan perlambang Dua Kalimat Syahadat. Kehebatan lainnya adalah memiliki Wahyu Tejamaya, yang sangat diperebutkan oleh Pandawa maupun Kurawa atau siapa saja yang hendak memimpin alam ini, sebaiknya menguasai Wahyu Tejamaya ini. Karena Semar telah menelan gunung maka ada yang menganggap bahwa Semar merupakan lamabang dari alam semesta juga, dengan kata lain Semar dianggap sama dengan akal budi Ratu Adil, meskipun peranan Semar sebagai pembantu, perbuatannya menunjukkan bahwa ia adalah tokoh utama atau pokok dan bukanlah ia merupakan tokoh marjinal atau kecil yang tak berarti. Kesederhanaan pada umumnya orang Jawa menganggap sebagai tanda bahwa orang itu dapat menguasai diri dan sekitarnya dan juga mempunyai kekuatan mengekang nafsu keduniawian setiap waktu dan tidak terpengaruh olehnya. Sebagai tokoh yang tertua namun Semar tidak ingin memegang nafsu kekuasaan duniawi.
Pada dasarnya menurut mitos kesaktian Semar ini hampir tidak terbatas.
Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki
sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot.
Namun, sesuatu pun terjadilah.
Gedung Putih mengumumkan mencari
warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik
Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku
seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington
.. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop
resmi berlogo NASA.
Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.Selama beberapa minggu berikutnya,
perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan
mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku
semakin dekat pada impianku.
Beberapa waktu kemudian, aku menerima
panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space
Center ..
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku
menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada
simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.
Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?.
Tuhan,
biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita
yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.
Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap,
dan amarah menggantikan kebahagiaanku.
Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa
Tuhan?. Kenapa bukan aku?. Bagian diriku yang mana yang kurang?. Mengapa
aku diperlakukan kejam?. Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi
karena suatu alasan."
Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama
teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati
menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan,
aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa
bukan aku?. Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua
pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan
menewaskan semua penumpang.
Aku teringat kata-kata ayahku,"Semua
terjadi karena suatu alasan." Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu,
walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain
untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku
tidak kalah; aku seorang pemenang.
Aku menang karena aku telah kalah.
Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua
doaku dikabulkan.
Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Apabila Tuhan mengatakan YA
Maka kita akan mendapatkan apa yang kita
minta
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK
Maka kita akan
mendapatkan yang lebih baik
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU
Maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan
kehendak NYA
jarene......... koncoku .....
" ... LALI RUPANE
... ELING RASANE ..."
================================
Kacang Kapri ilang kulite
Ojo Lali ambek Buntute
===============================
Atasi Kejenuhan
Dari Rutinitas
Rutinitas
dan pekerjaan yang monoton seringkali menimbulkan kejenuhan. Dan, itu merupakan
hal yang manusiawi, namun meski demikian, kita tak boleh membiarkan keadaan
tersebut berlarur-larut. Kejenuhan yang dibiarkan mengendap dapat merusak
kualitas kerja serta mengganggu secara psikologis. Berikut kami sampaikan
beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kejenuhan.
Perluas Cakrawala
Perkembangan
manusia berlangsung secara terus-menerus, tak peduli berapapun usianya. Otak
kita dirancang untuk terus berkembang, sehingga butuh terus ditambahi dengan
hal-hal baru. Untuk itu sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan, perluaslah
pengetahuan. Belajarlah hal-hal baru tanpa henti. Menimba ilmu tidak harus
melalui sebuah instansi, Anda dapat belajar hal-hal baru dari lingkungan
sekitar. Bisa berupa ketrampilan baru, membaca koran atau buku-buku, atau
hal-hal lainnya.
Buat Tantangan Baru
Seperti
saat kita masih anak-anak, setiap kali mendapat mainan baru, hari-hari akan
dilewati bergelut dengan barang baru tersebut. Tapi begitu seminggu berlalu,
akan mulai tumbuh kebosanan. Tak jauh beda dengan kita orang dewasa dan
pekerjaan yang kita geluti. Bedanya dengan anak-anak, sebagai orang dewasa kita
dituntut untuk bertahan dan menyesuaikan diri dengan kebosanan itu. Untuk
mengatasi hal ini, Anda bisa mencari tantangan baru di luar pekerjaan rutin.
Luangkan waktu luar pekerjaan untuk melakukan hal-hal baru guna menstimulasi
minat Anda, seperti misalnya ikut Yoga atau hal-hal lain yang belum Anda
kuasai.
Membuat Perubahan
Bertemu,
melihat dan melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari pastinya membuat kita
sangat bosan. Untuk menepis keobasanan tersebut, Anda bisa melakukan
perubahan-perubahan pada hal-hal kecil yang Anda jumpai setiap hari. Seperti
misalnya, letak meja di kantor, atau mungkin wallpaper di komputer yang Anda
gunakan setiap hari, dandanan rambut, atau bahkan rute Anda menuju tempat
kerja.
Ubah Bahasa Tubuh
Mungkin
bahasa tubuh merupakan hal paling sederhana yang jarang kita perhatikan. Namun,
sikap tubuh memiliki efek nyata terhadap suasana hati seseorang. Orang yang
merasa bosan biasanya mulai duduk merosot, menekuk wajah dan terlihat muram.
Ketika kebosanan mulai menyergap, cobalah untuk duduk tegak dan tebarkan senyum,
lalu lihat efeknya pada diri Anda.
Ciptakan Kenyamanan
Setiap
orang, secara alamiah menyukai keadaan yang membuatnya nyaman. Suasana yang
nyaman mendorong kita untuk selalu senang. Jika Anda penggemar musik, Anda
dapat mendengarkan musik kesayangan sembari bekerja. Atau mungkin Anda bisa
mengubah ruang kerja sebagai tempat yang nyaman. Bisa juga mencipatkan suasana
yang ramah dan penuh canda tawa bersama rekan kerja.
Ambil Libur
Minggu
demi minggu berlalu, dan setiap hari kita berkutat dengan rutinitas yang
itu-itu saja. Untuk meredakan rasa jenuh, manfaatkan setiap hari Sabtu-Minggu
untuk benar-benar menikmati liburan. Tak perlu pergi ke tempat pariwisata, Anda
bisa juga berlibur dan bersantai bersama keluarga di rumah. Banyak hal-hal yang
dapat kita lakukan untuk membuat rileks, seperti misalnya nonton film atau
mungkin sekedar jalan-jalan ke mall bersama keluarga. (erl)