My Photo

January 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    
Powered by Friendster Blogs

Photo Albums

January 07, 2008

QuickPost | Friendster Blogs

Link: <a href="http://www.xpango.com?ref=YOUR_REF_HERE"><img src="http://www.xpango.com/fe/img/cnt/how_it_works/webmasters/xpango_banner_mobile_phones.gif" alt="Click here to get your free mobile phone or apple ipod" name="http://www.xpango.com" "width=468 height=60" border="0"></a>

                            

December 28, 2007

http://gresik.wordpress.com/

http://gresik.wordpress.com/

September 24, 2007

Semar Badranaya

Semar Badranaya
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Semar Badranaya adalah tokoh punakawan yang dalam wayang Jawa/Sunda memiliki peran yang lebih utama ketimbang wayang babon (wayang dengan tokoh asli India). Merupakan Jelmaan dari Bambang Ismaya anak tertua dari Sang Hyang Tunggal.
Semar

Kelahiran Semar

Sang Hyang Wenang berputra satu yang bernama Sang Hyang Tunggal. Sang Hyang Tunggal kemudian beristri Dewi Rekatawati putri kepiting raksasa yang bernama Rekata. Pada suatu hari Dewi Rekatawati bertelur dan dengan kekuatan yang menetap dari Sang Hyang Tunggal. Telur tersebut terbang menghadap Sang Hyang Wenang, akhirnya telur tersebut menetas sendiri dengan berbagai keajaiban yang menyertainya, dimana kulit telurnya menjadi Tejamantri atau Togog, putih telurnya menjadi Bambang Ismaya atau Semar dan kuning telurnya menjadi Manikmaya yang kemudian menjadi Batara Guru. Dalam riwayat lain telur tersebut menetas menajadi langit, bumi dan cahaya atau teja. Sehingga dikatakan bahwa Semar adalah tokoh dominan sebagai pelindung bumi.

Persaingan atas suksesi kepimimpinan
Mereka bertiga sangat sakti dan semua ingin berkuasa seperti Ayahandanya Sang Hyang Tunggal, akan tetapi menjadi perdebatan sehingga menimbulkan pertengkaran. Dikisahkan atas (kecerdikan (?) atau keculasan (?) Manikmaya) yang sebenarnya iapun mempunyai keinginan yang sama dengan mereka, Manikmaya mengajukan usul perlombaan untuk menelan gunung kemudian memuntahkannya kembali. Dari sini banyak pelajaran yang dapat diambil karena gunung itu merupakan sesuatu untuk menancapkan atau mengokohkan kedudukan dibumi akan tetapi diperlombakan untuk ditelan walau kemudian untuk dimuntahkan kembali.Kemudian pelajaran yang diambil adalah janganlah memperebutkan sesuatu yang bukan haknya serta janganlah terhasut oleh usul yang nampaknya baik dan masuk akal. Tejamantri yang mulai perlombaan pertama ternyata gagal untuk menelan gunung, dikarenakan tidak cukup ilmunya maka terjadi perubahan terhadap mulutnya. Bambang Ismaya kemudian berusaha untuk menelan sebuah gunung dan berhasil akan tetapi sesuatu yang sudah ditelan pasti akan berubah dan Bambang Ismaya tidak dapat memuntahkannya kembali sehingga terjadi perubahan fisik pada perutnya yang membesar. Secara ilmu memadai akan tetapi kurang untuk memuntahkannya kembali. Karena menelan gunung inilah maka bentuk Semar menjadi besar, gemuk dan bundar. Proporsi tubuhnya sedemikian rupa sehingga nampak sebagai orang cebol. Manikmaya dalam cerita tidak dikatakan mengikuti perlombaan meski ia sendiri yang mengusulkan perlombaan ini, ia dikabarkan malah pergi memberitahukan periha kedua kakaknya kepada Sang Hyang Wenang. Atas berita dari Manikmaya tersebut Sang Hyang Wenang membuat keputusan bahwa Manikmayalah yang akan menerima mandat sebagai penerus dan menjadi raja para dewa. Akibat termakan hasutan dan tidak dapat menguasai diri Bambang Ismaya dan Tejamantri harus turun kebumi, untuk memelihara keturunan Manikmaya, keduanya hanya boleh menghadap Sang Hyang Wenang apabila Manikmaya bertindak tidak adil. Dari sini terlihat dengan termakan isu adu domba ternyata Bambang Ismaya dan Tejamantri turun harkat derajatnya hanya sebagai pelindung keturunan Manikmaya, semoga kita dapat mengambil pelajaran disini dan semoga bangsa kita ini jangan mau diadu domba lagi. Dalam cerita Semar Gugat terjadi perselisihan antara Batara Guru yang menyamar menjadi Resi Wisuna dengan Semar dimana Batara Guru kehilangan nalarnya karena rasa kasih sayang terhadap anaknya Batara Kala. Semar mengalami perang tanding dengan Resi Wisuna yang tidak lain adalah Batara Guru/adiknya sendiri, dimana Semar terkena senjata Trisara sehingga menyebabkan Semar gugat ke Sang Hyang Wenang.

Turun derajat dan diganti nama
Sang Hyang Wenang kemudian mengganti nama-nama mereka.
1.Manikmaya menjadi Batara Guru.
2.Tejamantri berubah menjadi Togog.
3.Bambang Ismaya berubah nama menjadi Semar.

Tugas dan Jabatan Kakak dari Batara Guru yang menguasai Swargaloka. Berada di Bumi untuk memberikan nasihat atau petuah petuah baik bagi para Raja Pandawa dan Ksatria juga untuk audiens tentunya. Memiliki Pusaka Hyang Kalimasada yang dititipkan kepada Yudistira yang merupakan pusaka utama para Pandawa. Memiliki tiga anak dari Istrinya Sutiragen, dalam versi Jawa Tengah maupun Timur adalah : Gareng, Petruk, Bagong. Sedangkan dalam versi Sundanya bernama : Astrajingga (Cepot), Dawala, dan Gareng (bungsu). Semar Badranaya adalah tokoh Lurah dari desa (Karang) Tumaritis yang merupakan bagian dari Kerajaan Amarta dibawah pimpinan Yudistira. Meskipun peranannya adalah Lurah namun sering dimintai bantuan oleh Pandawa dan Ksatria anak-anaknya bahkan oleh Batara Kresna sendiri bila terjadi kesulitan.

Kehebatan Semar
Disini hanya akan diungkapkan sebagian saja dari kehebatan-kehebatan Semar, diantaranya adalah : Tokoh ini bersama tokoh punakawan lainnya dibuat oleh para wali diantaranya Sunan Kalijaga dalam menebarkan Agama Islam di Jawa yang melalui akulturasi budaya. Dengan adanya tokoh punakawan, pagelaran cerita wayang menjadi lebih hidup karena ada dialog dan interaksi antara dalang (wayang) dengan audiens serta merupakan sentral para dalang dalam menyampaikan nasihat nasihat dalam lakon atau pertunjukkan yang mungkin tidak dapat dicerna oleh orang awam bila tidak menggunakan tokoh tokoh punakawan. Istilah Pusaka Hyang Kalimusada merupakan perlambang Dua Kalimat Syahadat. Kehebatan lainnya adalah memiliki Wahyu Tejamaya, yang sangat diperebutkan oleh Pandawa maupun Kurawa atau siapa saja yang hendak memimpin alam ini, sebaiknya menguasai Wahyu Tejamaya ini. Karena Semar telah menelan gunung maka ada yang menganggap bahwa Semar merupakan lamabang dari alam semesta juga, dengan kata lain Semar dianggap sama dengan akal budi Ratu Adil, meskipun peranan Semar sebagai pembantu, perbuatannya menunjukkan bahwa ia adalah tokoh utama atau pokok dan bukanlah ia merupakan tokoh marjinal atau kecil yang tak berarti. Kesederhanaan pada umumnya orang Jawa menganggap sebagai tanda bahwa orang itu dapat menguasai diri dan sekitarnya dan juga mempunyai kekuatan mengekang nafsu keduniawian setiap waktu dan tidak terpengaruh olehnya. Sebagai tokoh yang tertua namun Semar tidak ingin memegang nafsu kekuasaan duniawi. Pada dasarnya menurut mitos kesaktian Semar ini hampir tidak terbatas.

April 03, 2007

SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN

Semua  dimulai  dari  impianku.   Aku  ingin  menjadi astronot.  Aku ingin terbang  ke  luar  angkasa.   Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung  Putih  mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L  pesawat  ulang-alik Challanger.   Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru.  Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran  ke Washington ..   Setiap  hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah  amplop resmi  berlogo  NASA.   

Doaku  terkabulkan. Aku  lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.Selama  beberapa  minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan  test fisik dan mental.  Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi.  Aku tahu aku semakin dekat pada impianku.

Beberapa waktu kemudian,  aku  menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center ..

Dari  43.000  pelamar,  kemudian  10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari  100  orang  yang berkumpul untuk penilaian akhir.   Ada simulator, uji klaustrofobi,  latihan ketangkasan,  percobaan  mabuk  udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?.

Tuhan, biarlah  diriku  yang  terpilih,  begitu  aku berdoa. Lalu tibalah berita yang  menghancurkan  itu.   NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.    Impian  hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku.

Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan?.  Kenapa bukan aku?. Bagian diriku yang mana yang kurang?.  Mengapa aku diperlakukan kejam?. Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."

Selasa,  28  Januari  1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger.  Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang  impianku untuk terakhir kali.  Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja  agar  berada  di  dalam pesawat itu.  Kenapa bukan aku?.  Tujuh puluh tiga  detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku  teringat  kata-kata  ayahku,"Semua terjadi  karena suatu alasan." Aku tidak  terpilih  dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena  Tuhan  memiliki  alasan lain untuk  kehadiranku di bumi ini.  Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku  menang  karena  aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :
1. Apabila Tuhan mengatakan YA
   Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta

2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK
   Maka kita akan mendapatkan yang lebih baik

3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU
  Maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan
   kehendak NYA

di edit dari e-mail  kiriman tetanScrshotgga

March 30, 2007

jarene......... koncoku .....

" ... LALI RUPANE

   ... ELING RASANE ..."

  ================================

  Kacang Kapri  ilang kulite

  Ojo Lali  ambek Buntute

 

March 29, 2007

20 Virus Kematian Motivasi

 
n 
20 Virus Kematian Motivasi

  1. Atasan pilih kasih
  2. Jika salah dikritik,      benar tidak ada pujian
  3. Hak-hak dicabut tanpa      alasan
  4. Informasi      disembunyikan
  5. Keahlian tidak      digunakan
  6. Kemampuan tidak      dikembangkan
  7. Ketidak jelasan job      Discription
  8. Kiri, kanan, atas ,      bawah Munafik semua
  9. Masa Depan Karir      tidak jelas
  10. Pekerjaan Monoton
  11. Penyakit KKN
  12. Penyakit      Sikut-menyikut
  13. Peraturan yang      irasional/tidak logis
  14. Adanya perubahan      tanpa adanya tujuan yang jelas
  15. Pimpinan tidak Jujur
  16. Rapat/Diskusi selalu      tidak ada tindak lanjut
  17. Saya harus disiplin      tapi atasan tidak
  18. Sedikit-sedikit kena      marah
  19. System tidak adil
  20. Usul tidak      diperhatikan

Atasi Kejenuhan Dari Rutinitas

===============================

Atasi Kejenuhan Dari Rutinitas

Rutinitas dan pekerjaan yang monoton seringkali menimbulkan kejenuhan. Dan, itu merupakan hal yang manusiawi, namun meski demikian, kita tak boleh membiarkan keadaan tersebut berlarur-larut. Kejenuhan yang dibiarkan mengendap dapat merusak kualitas kerja serta mengganggu secara psikologis. Berikut kami sampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kejenuhan.

Perluas Cakrawala

Perkembangan manusia berlangsung secara terus-menerus, tak peduli berapapun usianya. Otak kita dirancang untuk terus berkembang, sehingga butuh terus ditambahi dengan hal-hal baru. Untuk itu sebagai sebuah pemenuhan kebutuhan, perluaslah pengetahuan. Belajarlah hal-hal baru tanpa henti. Menimba ilmu tidak harus melalui sebuah instansi, Anda dapat belajar hal-hal baru dari lingkungan sekitar. Bisa berupa ketrampilan baru, membaca koran atau buku-buku, atau hal-hal lainnya.

Buat Tantangan Baru

Seperti saat kita masih anak-anak, setiap kali mendapat mainan baru, hari-hari akan dilewati bergelut dengan barang baru tersebut. Tapi begitu seminggu berlalu, akan mulai tumbuh kebosanan. Tak jauh beda dengan kita orang dewasa dan pekerjaan yang kita geluti. Bedanya dengan anak-anak, sebagai orang dewasa kita dituntut untuk bertahan dan menyesuaikan diri dengan kebosanan itu. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mencari tantangan baru di luar pekerjaan rutin. Luangkan waktu luar pekerjaan untuk melakukan hal-hal baru guna menstimulasi minat Anda, seperti misalnya ikut Yoga atau hal-hal lain yang belum Anda kuasai.

Membuat Perubahan

Bertemu, melihat dan melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari pastinya membuat kita sangat bosan. Untuk menepis keobasanan tersebut, Anda bisa melakukan perubahan-perubahan pada hal-hal kecil yang Anda jumpai setiap hari. Seperti misalnya, letak meja di kantor, atau mungkin wallpaper di komputer yang Anda gunakan setiap hari, dandanan rambut, atau bahkan rute Anda menuju tempat kerja.

 

Ubah Bahasa Tubuh

Mungkin bahasa tubuh merupakan hal paling sederhana yang jarang kita perhatikan. Namun, sikap tubuh memiliki efek nyata terhadap suasana hati seseorang. Orang yang merasa bosan biasanya mulai duduk merosot, menekuk wajah dan terlihat muram. Ketika kebosanan mulai menyergap, cobalah untuk duduk tegak dan tebarkan senyum, lalu lihat efeknya pada diri Anda.

Ciptakan Kenyamanan

Setiap orang, secara alamiah menyukai keadaan yang membuatnya nyaman. Suasana yang nyaman mendorong kita untuk selalu senang. Jika Anda penggemar musik, Anda dapat mendengarkan musik kesayangan sembari bekerja. Atau mungkin Anda bisa mengubah ruang kerja sebagai tempat yang nyaman. Bisa juga mencipatkan suasana yang ramah dan penuh canda tawa bersama rekan kerja.

Ambil Libur

Minggu demi minggu berlalu, dan setiap hari kita berkutat dengan rutinitas yang itu-itu saja. Untuk meredakan rasa jenuh, manfaatkan setiap hari Sabtu-Minggu untuk benar-benar menikmati liburan. Tak perlu pergi ke tempat pariwisata, Anda bisa juga berlibur dan bersantai bersama keluarga di rumah. Banyak hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membuat rileks, seperti misalnya nonton film atau mungkin sekedar jalan-jalan ke mall bersama keluarga. (erl)